Portal Terakhir
Saya berdiri di depan portal Akhir di benteng. Jantungku berdebar kencang, bercampur antara rasa senang dan takut. Perjalanan menuju titik ini sangatlah panjang dan sulit, namun saya tahu tantangan sesungguhnya akan segera dimulai. Saya dengan hati-hati memeriksa inventaris saya untuk memastikan saya memiliki semua yang saya butuhkan: pedang berlian ajaib, busur dengan banyak anak panah, balok bangunan, makanan, dan Mata Ender, yang diperlukan untuk mengaktifkan portal.

Dengan tangan gemetar, aku mulai menempatkan Eyes of Ender ke dalam slot kosong di bingkai portal. Satu demi satu, saya menempatkannya. Masing-masing mengeluarkan suara mekanis saat terpasang pada tempatnya. Ketika saya memasang Mata terakhir, saya menahan napas, menunggu portal aktif.
Tiba-tiba, bingkai itu menyala dengan energi. Ruang kosong di dalamnya dipenuhi kehampaan berbintang yang berputar-putar. Itu indah dan juga sedikit menakutkan, seperti melihat ke luar angkasa. Blok portal berubah menjadi gelap, hampir hitam, dengan bintang-bintang kecil berkelap-kelip di dalamnya. Saya berdiri di sana, takjub dengan pemandangan aneh ini. Sebagian diriku ingin kembali, tapi aku tahu aku sudah melangkah terlalu jauh untuk berhenti sekarang.
Perjalanan Melalui Kekosongan
Saya menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri dan kemudian melangkah ke hal yang tidak diketahui. Segera setelah saya menyentuh portal, pandangan saya menjadi gelap, dan saya melihat partikel ungu berputar-putar di sekitar saya. Rasanya seperti saya ditarik melewati ruang gelap tak berujung. Untuk sesaat, aku takut aku akan terjebak di sana selamanya. Namun begitu hal itu dimulai, hal itu berakhir, dan saya mendapati diri saya berdiri di atas tanah yang kokoh lagi.

Ketika penglihatanku menjadi jelas, aku melihat bahwa aku sedang berdiri di permukaan yang aneh. Itu tidak terlihat seperti blok mana pun yang pernah saya lihat sebelumnya. Ini adalah batu ujung, blok utama yang ditemukan dalam dimensi The End. Teksturnya kasar, hampir seperti gabus. Itu berbeda dari apa pun yang pernah kulihat di Dunia Atas atau Dunia Bawah.
Aku melihat sekeliling, merasa kagum sekaligus bingung. Akhir itu tidak seperti tempat mana pun yang pernah kulihat. Langit berwarna ungu kehitaman gelap tanpa matahari, tanpa bulan, dan tanpa bintang. Tidak ada siang atau malam di sini, hanya cahaya aneh dan lembut yang sepertinya datang dari mana-mana sekaligus.
Dunia Asing
Pilar-pilar hitam tinggi yang terbuat dari obsidian berdiri di pulau itu. Di puncak setiap pilar, saya bisa melihat kristal bercahaya aneh. Ini adalah Kristal Akhir, sesuatu yang telah saya pelajari sebelum datang ke sini. Di kejauhan, aku melihat tepian pulau. Di luar itu, yang ada hanyalah kehampaan—kekosongan tanpa dasar. Keheningan terasa berat dan membuat tempat itu terasa semakin misterius.

Saya tidak sepenuhnya sendirian di dunia ini, tapi rasanya seperti itu. Saya mengambil beberapa langkah dengan hati-hati, memperhatikan bahaya. Saat saya bergerak, saya menyadari betapa heningnya udara. Itu membuat tempat itu terasa semakin asing. Setiap langkah terasa seperti menemukan sesuatu yang baru. The End adalah tempat yang tiada duanya, dan saya merasa bersemangat sekaligus kewalahan.
Tiba-tiba, bayangan besar melewatiku, dan aku mendengar suara gemuruh yang menakutkan. Jantungku berdegup kencang saat menyadari itu adalah Naga Ender! Aku segera bersembunyi di balik salah satu pilar obsidian, jantungku berdebar kencang. Ketika saya berjongkok di sana, mencoba untuk tenang, saya menyadari betapa seriusnya situasi saya. Saya telah memasuki The End, dan sekarang saya harus menghadapi tantangan terbesar Minecraft: Ender Dragon.
Kesimpulan
Saat saya melihat pemandangan yang aneh, saya memikirkan seberapa jauh kemajuan yang telah saya capai. Saya teringat malam pertama saya di Minecraft, bersembunyi di gubuk kecil dari tanah. Sekarang, saya berdiri di dimensi lain, siap melawan naga. Rasanya hampir tidak nyata. Semua kerja keras dan petualanganku telah membawaku ke sini, dan aku merasa takut sekaligus bertekad.

Akhir adalah tempat yang berbahaya dan misterius. Pulau itu melayang dalam kehampaan, tanpa ada daratan lain di dekatnya. Saya tahu bahwa di suatu tempat yang jauh terdapat Kota Akhir, tempat yang penuh dengan harta karun dan lebih banyak bahaya. Tapi saat ini, fokus utamaku adalah pada naga. Saya harus bersiap untuk pertempuran yang akan datang.
Ender Dragon terbang berputar-putar, melindungi rumahnya. Saat aku berjalan ke depan, memikirkan cara mengalahkan naga itu, mau tak mau aku bertanya-tanya rahasia apa lagi yang dimiliki dunia aneh ini. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan menjelajah. Namun satu hal yang jelas: ini adalah awal dari petualangan terbesar saya, dan saya siap menghadapinya, apa pun tantangan yang menghadang.
Gaming Center
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.